Thursday, January 20, 2011

ANALISIS RASIO

Analisa rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbngan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.

RASIO PENGUKUR LIKUIDITAS

1. Current Ratio


Current Ratio = Aktiva Lancar
                         Hutang Lancar

Ratio ini menunjukan tingkat keamanan (margin of safety) atas kreditur jangka pendek; atau menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang.

2. Acid Test Ratio

Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan
                       Hutang Lancar

Ratio ini dapat menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang-hutangnya tanpa memperhitungkan persediaan. Karena persediaan dianggap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang.

3. Turn Over Receivable

Perputaran Piutang =
Total Penjualan Kredit

Piutang Rata-rata

Semakin tinggi ratio turn over menunjukan modal kerja yang tertanam dalam piutang rendah, sehingga keuntungan bagi perusahaan. Sedangkan untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih (days of receivable )

Days of Receivable =    Piutang Rata-rata x 360               atau                         360         
                                           Penjualan Kredit                                       Perputaran Piutang

4. Perputaran Persediaan

Dapat menunjukan berapa kali terjadinya penggantian persediaan dalam satu tahun serta tersimpannya persediaan tersebut di dalam gudang.Pada perusahaan manufaktur terdapat tiga macam persediaan, yaitu:

RAW MATERIAL TURNOVER ( Barang mentah ) =
Cost of raw material used
 Average raw material inventory

GOODS IN PROCESS TURNOVER (Barang dalam proses) =    
Cost of good manufacturred
Average work in process inventory

 
FINISHED GOODS TURNOVER  (Barang jadi )
            Cost of goods sold             
Average finished goods inventory

RASIO PENGUKURAN SOLVABILITAS

 1. Rasio Modal dengan Total Asset

 Menunjukan beberapa besarnya modal sendiri yang tertanam dalam aktiva serta margin of  protection atau tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur.

Rumus:      Modal Sendiri 
                 Total Asset

2. Rasio Modal dengan Aktiva Tetap

Menunjukan seberapa besar aktiva tetap tersebut dibiayai dari modal sendiri. Semakin besar modal sendiri (Owner’s equity ) lebih menguntungkan bagi perusahaan, karena sudah sewajarnya kalau aktiva tetap dibiayai dari modal sendiri.

Rumus:    Modal Sendiri 
               Aktiva Tetap

3. Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang

Merupakan ratio untuk mengetahui tentang tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur jangka panjang atau untuk mengukur seberapa besar hutang jangka panjang tersebut dijamin dengan aktiva tetap yang dimilki perusahaan.

Rumus:              Aktiva Tetap      
                Hutang Jangka Panjang

 RATIO PENGUKUR RETABILITAS
 1. Ratio Operating Income dengan Operating Assets

 Operting income              atau                    Laba usaha        
Operating Asset                                          Aktiva usaha

Apabila ratio ini rendah menunjukan adanya beberapa kemungkinan:
  • Adanya over investment dalam aktiva yang digunakan dalam rangka memperoleh penjualan
  • Mencerminkan rendahnya volume penjualan jika dibandingkan dengan biaya yang diperlukan
  • Adanya inefisiensi pada perusahaan
  • Adanya kegiatan perusahaan yang menurun.

2. Gross  Margin Ratio 

Rumus:     Laba kotor
                Penjualan

3. Operating  Margin Ratio 


Rumus:     Laba usaha
                Penjualan

4. Rasio Rentabilitas Modal Sendiri


Rumus:     Earning after tax
                Modal sendiri
 

Monday, January 10, 2011

BADAN LAYANAN UMUM

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) adalah sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 69 ayat (7) UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. PP tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik oleh Pemerintah, karena sebelumnya tidak ada pengaturan yang spesifik mengenai unit pemerintahan yang melakukan pelayanan kepada masyarakat yang pada saat itu bentuk dan modelnya beraneka macam. Jenis BLU disini antara lain rumah sakit, lembaga pendidikan, pelayanan lisensi, penyiaran, dan lain-lain.

BLU adalah Instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Kriteria BLU
1. Bukan kekayaan negara/daerah yang dipisahkan, sebagai satuan kerja instansi pemerintah
2. Dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan produktivitas ala korporasi
3. Berperan sebagai agen dari menteri/pimpinan lembaga induknya:
a. Kedua belah pihak menandatangani kontrak kinerja,
b. Menteri/pimpinan lembaga bertanggungjawab atas kebijakan layanan yang hendak dihasilkan,
c. BLU bertanggungjawab untuk menyajikan layanan yang diminta.

Pengelola Keuangan BLU
PK BLU merupakan Pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menjalankan praktik bisnis yang sehat dengan proses penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan berkesinambungan.

Institusi yang dapat menerapkan PK BLU:
1. Instansi yang langsung memberikan layanan kepada masyarakat (organic view)
2. Memenuhi persyaratan substantif, teknis, dan administratif

Mengapa BLU dipilih?
Di lingkungan pemerintahan di Indonesia, terdapat banyak satuan kegiatan yang berpotensi untuk dikelola secara lebih efisien dan efektif melalui pola BLU. Ada yang mendapatkan imbalan dari masyarakat dalam proporsi yang signifikan terkait dengan pelayanan yang diberikan, dan ada pula yang bergantung sebagian besar pada dana APBN/APBD. Satuan kerja yang memperoleh pendapatan dari layanannya dalam porsi signifikan, dapat diberikan keleluasaan dalam mengelola sumber daya untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan.

Peluang ini secara khusus disediakan bagi satuan kerja pemerintah yang melaksanakan tugas operasional pelayanan publik. Hal ini merupakan upaya peng-agenan aktivitas yang tidak harus dilakukan oleh lembaga birokrasi murni, tetapi oleh instansi pemerintah dengan pengelolaan ala bisnis, sehingga pemberian layanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien dan efektif.

Mengapa kita memerlukan BLU?
1. Dapat dilakukan peningkatan pelayanan instansi pemerintah kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa;
2. Instansi pemerintah dapat memperoleh fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas dengan menerapkan praktik bisnis yang sehat;
3. Dapat dilakukan pengamanan atas aset negara yang dikelola oleh instansi terkait.

Persyaratan instansi pemerintah untuk menerapkan PK BLU:

Persyaratan Substantif
Instansi pemerintah yang menyelenggarakan layanan umum, berupa:
1. Penyediaan barang dan/atau jasa
Pelayanan bidang kesehatan, penyelenggaraan pendidikan, serta pelayanan jasa penelitian dan pengujian
2. Pengelolaan dana khusus
Pengelola dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah, pengelola penerusan pinjaman, dan pengelola tabungan perumahan
3. Pengelolaan kawasan atau wilayah secara otonom
Otorita dan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu /Kapet

Persyaratan Teknis
1. Kinerja pelayanan di bidang tugas pokok dan fungsinya layak dikelola dan ditingkatkan pencapaiannya melalui BLU sebagaimana direkomendasikan oleh menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD sesuai dengan kewenangannya;
2. Kinerja keuangan satker yang bersangkutan sehat sebagaimana ditunjukkan dalam dokumen usulan penetapan BLU.

Persyaratan Administratif
1. Pernyataan Kesanggupan untuk Meningkatkan Kinerja
2. Pola Tata Kelola
3. Rencana Strategis Bisnis
4. Laporan Keuangan Pokok
5. Standar Pelayanan Minimal (SPM)
6. Laporan Audit Terakhir atau Pernyataan Bersedia untuk Diaudit

Dokumen Persyaratan Administratif

1. Pernyataan Kesanggupan untuk Meningkatkan Kinerja

Satker membuat pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja pelayanan, keuangan, dan manfaat bagi masyarakat yang dibuat oleh pimpinan instansi yang mengajukan usulan menjadi BLU dan diketahui oleh menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD.

Contoh Format http://pkblu.perbendaharaan.go.id/pmk_07_2006_kesanggupan_kinerja.pdf

2. Pola Tata Kelola

Merupakan seperangkat aturan internal yang menetapkan organisasi dan tata laksana, akuntabilitas, serta transparansi.

a. Organisasi dan Tata Laksana
- Struktur Organisasi Struktur organisasi disusun oleh satker yang akan menerapkan PK BLU dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Memperhatikan kebutuhan organisasi;
2) Merupakan sarana dalam mewujudkan visi, misi, dan strategi organisasi;
3) Menggambarkan posisi jabatan dan hubungan wewenang/tanggung jawab antarjabatan dalam pelaksanaan tugasnya;
4) Menggambarkan pengelompokan fungsi yang logis;
5) Memenuhi prinsip efektivitas biaya (cost effectiveness);
6) Memenuhi unsur pendayagunaan SDM.
- Prosedur Kerja
Menggambarkan alur/proses pelayanan/kegiatan yang diberikan oleh satker dari awal hingga akhir, berupa flowchart dan narasinya.

b. Akuntabilitas
Mencakup pertanggungjawaban dalam pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya, dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terdiri dari:
- Akuntabilitas Program
Merupakan uraian mengenai program satker dalam melaksanakan seluruh kebijakannya sesuai dengan core business, disertai dengan seperangkat indikator kinerja non keuangan.
- Akuntabilitas Kegiatan
Merupakan uraian kegiatan satker yang akan dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan program yang telah ditetapkan, disertai dengan seperangkat indikator kinerja non keuangan.
- Akuntabilitas Keuangan
Merupakan uraian pola pertanggungjawaban satker dalam pengelolaan sumber daya keuangan dalam rangka pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan yang telah ditetapkan.

c. Transparansi
Satker mengungkapkan penerapan asas keterbukaan yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi dengan tujuan informasi tersebut dapat secara langsung diterima oleh yang membutuhkan. Menyajikan:
- Kejelasan tugas dan wewenang
Berupa pemberian informasi atas tugas dan kewenangan dari masing-masing Pejabat Pengelola BLU yang terdiri dari pimpinan, pejabat keuangan, dan pejabat teknis, Pegawai BLU, serta Dewan Pengawas.
- Ketersediaan informasi kepada publik
Pengungkapan atas ketersediaan informasi bagi publik.

Rencana Strategis Bisnis
Mencakup :
1. Visi
Suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan.

2. Misi
Sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang ditetapkan, agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.

3. Program Strategis
Program yang berisi proses kegiatan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 sampai 5 tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang mungkin ada atau timbul.
Program strategis mencakup:
a. Program lima tahunan;
b. Kesesuaian antara visi, misi, program, kegiatan, dan pengukuran pencapaian kinerjanya;
c. Indikator kinerja lima tahunan, yang berupa indikator administratif, keuangan, dan pelayanan.

4. Pengukuran Pencapaian Kinerja
Pengukuran yang dilakukan dengan menggambarkan apakah keluaran kegiatan tahun berjalan dapat tercapai, dengan disertai analisis atas faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi tercapainya kinerja tahun berjalan.

Laporan Keuangan Pokok
Laporan Keuangan Pokok terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran/Laporan Operasional Keuangan/Laporan Aktivitas
Laporan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola, serta menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam suatu periode pelaporan yang terdiri dari unsur pendapatan dan belanja.
2. Neraca
Dokumen yang menggambarkan posisi keuangan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.
3. Laporan Arus Kas
Dokumen yang menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas operasi, investasi, dan transaksi non-anggaran yang menggambarkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas selama periode tertentu. Untuk satker lama, LK yang disajikan berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), sehingga tidak diharuskan menyajikan Laporan Arus Kas. Laporan Arus Kas tersebut diharuskan bagi satker baru, dimana penyusunan LK-nya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi akuntansi Indonesia.
4. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
Dokumen yang berisi penjelasan naratif dan rincian atas angka yang disajikan dalam ketiga laporan sebelumnya. Dalam CaLK ini juga disajikan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh satker dalam menyajikan laporan keuangannya.

Laporan Keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan SAP. Setelah satker menjadi BLU, LK harus disusun dan disajikan mengacu pada SAK yang diterbitkan asosiasi profesi akuntansi Indonesia atau standar akuntansi spesifik untuk bidang layanan BLU.
Laporan Keuangan menyajikan informasi tentang hubungan antara pos-pos neraca, laporan aktivitas, dan laporan arus kas, serta mencerminkan konsistensi dalam penyusunan ketiga laporan tersebut.
Laporan Keuangan yang disajikan menggambarkan kesesuaian antara kinerja keuangan dengan indikator kinerja yang ada di Rencana Strategis Bisnis.

Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Ukuran pelayanan yang harus dipenuhi oleh satker yang menerapkan PK BLU yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga dalam rangka penyelenggaraan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

- Tujuan SPM
Memberikan standar pelayanan minimal yang seharusnya dipenuhi oleh pemerintah, antara lain:
a. Kualitas layanan
Meliputi teknis layanan, proses layanan, tatacara, dan waktu tunggu untuk mendapatkan layanan
b. Pemerataan dan kesetaraan layanan
c. Biaya serta kemudahan untuk mendapatkan layanan

- Kriteria SPM: SMART
Specific, yaitu fokus pada jenis layanan
Measurable, yaitu dapat diukur
Attainable, yaitu dapat dicapai
Reliable, yaitu relevan dan dapat diandalkan
Timely , yaitu tepat waktu

- SPM merupakan standar pelayanan tertinggi yang telah dicapai dalam bidang terkait
Penyajian SPM
a. Sederhana, realistis, mudah diukur, terbuka, terjangkau, dan dapat dipertanggungjawabkan;
b. Sesuai dengan perkembangan kebutuhan, prioritas, kemampuan keuangan, kelembagaan, dan personil satker;
c. Memuat pengembangan sistem informasi, pelaporan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan layanan yang menjamin pencapaian SPM sehingga dapat dipantau dan dievaluasi oleh pemerintah secara berkelanjutan;
d. Memuat keterkaitan dengan SPM bidang yang lain;
e. Memuat pengalaman empiris tentang cara penyediaan pelayanan dasar yang telah terbukti dapat menghasilkan mutu pelayanan yang ingin dicapai;
f. Memuat rencana pencapaian SPM termasuk target tahunan pencapaian SPM dengan mengacu pada batas waktu pencapaian SPM sesuai dengan peraturan yang ada;
g. Menetapkan jenis pelayanan dasar, indikator SPM, dan batas waktu pencapaian SPM;
h. Ditandatangani oleh Menteri/Pimpinan Lembaga.

Laporan Audit Terakhir atau Pernyataan Bersedia untuk Diaudit
Laporan Audit Terakhir :
Adalah laporan auditor tahun terakhir sebelum satker yang bersangkutan diusulkan untuk menerapkan PK BLU. Dalam Laporan Audit Terakhir dicantumkan opini audit yang diberikan oleh auditor dan tahun audit dilakukan.

Pernyataan Bersedia untuk Diaudit :
Jika satker calon BLU belum pernah diaudit, maka satker bersangkutan harus membuat Pernyataan Bersedia untuk Diaudit. Pernyataan tersebut harus ditandatangani oleh pimpinan satker dan Menteri/Pimpinan Lembaga, sesuai dengan format yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan, yaitu PMK Nomor 07/PMK.02/2006 tentang Persyaratan Administratif dalam Rangka Pengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Instansi Pemerintah untuk Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU.

Siapa, Apa, Dimana, Kapan, dan Mengapa BLU?
1. Siapa
Satker pemerintah operasional yang melayani publik (seperti layanan kesehatan, pendidikan, pengelolaan kawasan, pengelolaan dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah, lisensi, dll.) untuk membedakannya dari fungsi pemerintah sebagai regulator dan penentu kebijakan.
Satker BLU (dapat berasal dari berbagai jenjang eselon atau non eselon) merupakan pengagenan (agentification) aktifitas (kegiatan) yang tidak harus dilakukan oleh lembaga birokrasi murni, tetapi diselenggarakan oleh instansi yang dikelola ala bisnis (bisnis like) sehingga pemberian layanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien dan efektif.

2. Apa
BLU adalah Satker yang menerima fleksibilitas pengelolaan keuangan sebagai format baru dalam pengelolaan APBN/APBD.
BLU adalah wadah baru bagi pembaharuan manajemen keuangan sektor publik, demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Keberadaan BLU, harus diseleksi dengan tata kelola khusus, dimana menteri/pimpinan lembaga/satuan kerja dinas terkait membina aspek teknis BLU, sementara Menteri Keuangan/PPKD berfungsi sebagai pembina di bidang pengelolaan keuangan.

3. Dimana
Kedudukan BLU adalah tetap berada dibawah kementerian negara/ lembaganya/ SKPD, dan tidak terpisah dari instansi induknya.
Oleh karena itu seluruh pendapatan yang diperolehnya dari non APBN/APBD dilaporkan dan dikonsolidasikan dalam pertanggungjawaban APBN/APBD. Demikian pula dengan seluruh belanja BLUnya.

4. Kapan
Satker BLU yang memenuhi persyaratan substantif, teknis, dan administratif diusulkan oleh menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD kepada Menteri Keuangan/ gubernur/ bupati/ walikota.
Penetapan Menteri Keuangan/ gubernur/ bupati/ walikota satker diberikan berupa pemberian status secara penuh dan secara bertahap.
Status BLU bertahap berlaku paling lama 3 tahun.
Penerapan PK BLU berakhir apabila:
a. dicabut oleh Menteri Keuangan/gubernur/ bupati/ walikota sesuai kewenangannya.
b. dicabut oleh Menteri Keuangan/gubernur/ bupati/ walikota berdasarkan usul dari menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD, sesuai kewenangannya.
c. berubah statusnya menjadi badan hukum dengan kekayaan yang dipisahkan.

5. Mengapa
Untuk mempromosikan peningkatan layanan publik melalui fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU, yang dikelola secara professional dengan menonjolkan produktifitas, efisiensi, dan efektifitas.
BLU wajib menghitung harga pokok dari layanannya dengan kualitas dan kuantitas yang distandarkan oleh menteri teknis Pembina (melalui penetapan Standar Pelayanan Minimal dari BLU terkait)

Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran/Penerimaan pada Satker BLU

a. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada satker instansi pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU) harus dijabat oleh Pegawai Negeri, karena:

1. Pengelola penerimaan dan pengeluaran negara dalam DIPA BLU yang dilakukan oleh KPA merupakan lingkup keuangan negara yang menjadi domain pemerintah, sehingga harus dilaksanakan oleh Pegawai Negeri;
2. Pegawai non PNS yang diangkat sebagai tenaga profesional pada BLU (Pasal 33 PP No. 23 Tahun 2005) adalah dalam rangka mengelola bisnis BLU dan bukan mengelola DIPA BLU karena pengangkatan tersebut lebih ditujukan untuk meningkatkan kinerja BLU sesuai dengan kompetensi dan profesionalitasnya;
3. Pasal 35 UU No. 17 Tahun 2003 menyatakan bahwa "Setiap Pejabat Negara dan Pegawai Negeri bukan Bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan Negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud".


b. Bendahara Penerimaan/Pengeluaran sesuai dengan persyaratan pengangkatannya dijabat oleh PNS.

Pola Penganggaran Satker Badan Layanan Umum (BLU)

Pola penganggaran satker BLU tunduk pada ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum yaitu :

1. BLU menyusun rencana strategis bisnis lima tahunan dengan mengacu kepada Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra-KL);
2. BLU menyusun RBA tahunan dengan mengacu kepada rencana strategis bisnis satker BLU;
3. RBA sebagaimana dimaksud pada huruf (b) disusun berdasarkan basis kinerja dan perhitungan akuntansi biaya menurut jenis layanannya;
4. RBA BLU disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pendapatan yang diperkirakan akan diterima dari masyarakat, badan lain, dan APBN;
5. BLU mengajukan RBA kepada Menteri/Pimpinan Lembaga untuk dibahas sebagai bagian dari RKA-KL satker BLU;
6. RBA dimaksud disertai dengan usulan standar pelayanan minimum dan biaya dari keluaran yang akan dihasilkan;
7. RBA BLU yang telah disetujui oleh Menteri/Pimpinan Lembaga diajukan kepada Menteri Keuangan cq Direktorat Jenderal Anggaran sebagai bagian RKA-KL satker BLU;
8. Menteri Keuangan, sesuai dengan kewenangannya, mengkaji kembali standar biaya dan anggaran BLU dalam rangka pemrosesan RKA-KL sebagai bagian dari mekanisme pengajuan dan penetapan APBN;
9. RBA BLU digunakan sebagai acuan dalam menyusun dokumen pelaksanaan anggaran BLU (DIPA BLU) untuk diajukan kepada Menteri Keuangan sesuai dengan kewenangannya;
10. Menteri Keuangan, sesuai dengan kewenangannya, mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran BLU (DIPA BLU) paling lambat tanggal 31 Desember menjelang awal tahun anggaran;
11. DIPA BLU yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan, sesuai dengan kewenangannya, menjadi dasar bagi penarikan dana yang bersumber dari APBN oleh BLU.

Saturday, December 25, 2010

Fraud Triangle and Elementary Fraud Types

The Fraud Triangle

The fraud triangle mendefinisikan tiga elemen hadir dalam setiap situasi penipuan. Ketiga unsur harus hadir untuk penipuan terjadi, jika satu elemen dihilangkan, penipuan itu tidak akan dilakukan atau akan dicegah dengan pengendalian internal organisasi.

1. Motive
Motif menggambarkan kebutuhan dana mengemudi atau sebaliknya, alasan seseorang perlu untuk melakukan kejahatan. Kadang-kadang disebut sebagai tekanan, unsur ini biasanya the driving needs untuk mendapatkan pendapatan tambahan untuk berbagai tujuan. Ketika penipuan ditemukan, pelaku dapat menggambarkan alasan dia perlu mencuri, dan analisis forensik dapat mengungkapkan dimana keuntungan haram itu dikeluarkan. Kas, tentu saja, dapat digunakan untuk berbagai keperluan, beberapa, inheren terlarang lain tidak. Dalam hal apapun, bahkan perilaku yang tidak inheren ilegal (misalnya, perjudian di kasino “a”) dapat menciptakan tekanan yang dapat menyebabkan orang lain patuh hukum agar melakukan penipuan.
Penipuan biasanya mulai keluar kecil dan tumbuh dari waktu ke waktu. Demikian juga motif bahwa orang harus mencuri sering juga akan tumbuh dari waktu ke waktu sebagai masalah mereka memburuk atau mereka mulai mengubah pandangan mereka pembelian lebih rumit.

Lifestyle Needs.

Sering disalahgunakan dana digunakan untuk membeli barang dan jasa yang lain akan keluar dari jangkauan pelaku. Banyak kali pembelian ini didukung oleh kebutuhan mengemudi harus dilihat sebagai sukses; dari waktu ke waktu pelaku akan perlu untuk terus melakukan pembelian rumit untuk memperkuat ilusi itu. barang dan jasa tersebut dapat meliputi:
• Mahal restoran makanan, pakaian, perhiasan, tinggal di luar cara yang sah
• Real estate, rumah liburan
• Perjalanan, perjalanan, liburan
• Perbaikan rumah
• Kapal dan kendaraan rekreasi lainnya
Banyak dari pembelian ini akan terlihat kepada manajer pemilik bisnis, orang lain dalam organisasi, teman, dan tetangga. Pembelian jelas lebih dari tingkat pendapatan yang sah adalah bendera merah yang kuat dari penipuan.

Illicit Activities

Banyak penipuan pelaku menyatakan bahwa tekanan dalam situasi mereka diciptakan oleh partisipasi dalam kegiatan terlarang, sering kegiatan ini dianggap adiktif.
• Obat, Sering ini termasuk kecanduan.
• Judi. Sementara perjudian sekarang hukum di banyak daerah, perlu dipertimbangkan hiburan, dan penjudi harus bertaruh dalam berarti mereka. Ketika orang mengembangkan kebiasaan judi, mereka dapat didorong untuk mencari dana lain untuk mendukung kegiatan mereka.
• Restitusi. Penipuan pelaku, ketika ditemukan, sering masuk ke dalam suatu susunan restitusi dengan korban; pelaku dapat mencuri dari majikan saat mereka untuk membayar kembali korban sebelum

Life Pressures.

Seringkali pelaku penipuan menjelaskan bahwa mereka membutuhkan dana tambahan hanya karena biaya hidup normal pengeluaran melebihi penghasilan resmi mereka.
• Seorang kerabat dekat menjadi sakit, dan biaya pengobatan menumpuk.
• Home pemanas, gas, dan komoditas lain yang diperlukan menjadi lebih mahal.
• hutang kartu kredit menjadi tidak terkendali. (Catatan, bagaimanapun, bahwa isu-isu gaya hidup sering akan memberikan kontribusi untuk ini.)
• biaya pendidikan bagi anak-anak dapat meningkat.
• Pelaku berpartisipasi dalam organisasi yang sah lainnya, badan amal, atau kelompok gereja yang membutuhkan dana untuk mencapai tujuan (yaitu, "Robin Hood" pelaku).
Banyak motif untuk penipuan melibatkan pembelian dan pengeluaran yang tidak dapat dipulihkan kembali oleh korban jika dan ketika penipuan ditemukan. Perjalanan dan makanan yang dikonsumsi, kendaraan terdepresiasi, dan pembelian real estat sering yang melebihi nilai pasar yang berlaku. Tahun 2004 Certified Penipuan Penguji '"Laporan bagi Bangsa dan Negara" melaporkan bahwa korban penipuan melihat tingkat recovery 20 persen median, dan dalam 40 persen dari kasus, memulihkan apa-apa.

Elements

Sulit bagi organisasi untuk mengelola motif untuk penipuan sebagai tekanan banyak bahwa karyawan wajah eksternal. Organisasi bisa, bagaimanapun, memberikan konseling program untuk karyawan di bawah tekanan sebelum alternatif hanya mereka akan melibatkan berpaling ke penipuan.
Organisasi dapat mencoba untuk mengevaluasi calon motif potensi penipuan melalui pencarian catatan publik, yang mengungkapkan barang-barang seperti pendaftaran kendaraan, kikiran properti dan hipotek, dan hak gadai pajak. Memperoleh laporan kredit penuh untuk karyawan potensial, namun, umumnya terbatas tanpa persetujuan calon; organisasi disarankan untuk mencari nasihat hukum yang kompeten untuk bimbingan pada pencarian latar belakang karyawan.

2. Rationalization

Penipuan pelaku menggambarkan tindakan mereka sebagai sesuatu selain melakukan kejahatan atau mengambil keuntungan yang tidak adil dari perusahaan atau orang lain. Mereka datang untuk berdamai dengan tindakan mereka dan mengatasi kekhawatiran mereka melanggar hukum. Penipuan pelaku merasionalisasi tindakan mereka. Rasionalisasi inilah yang memungkinkan mereka untuk melakukan kegiatan penipuan mereka.
Unsur rasionalisasi menjelaskan mengapa penipuan tidak terjadi dalam setiap situasi di mana ada kelemahan kontrol dan orang dengan kebutuhan dana: Orang percaya akan salah untuk mengambil keuntungan dari perusahaan atau orang yang akan dirugikan oleh penipuan. Pada dasarnya, orang akan melihat penipuan sebagai tindakan tidak sah dan tidak akan melakukan itu.
Penipuan biasanya mulai keluar kecil dan tumbuh dari waktu ke waktu. Banyak pelaku memulai dengan rasionalisasi sejumlah kecil penyalahgunaan, pada intinya, suatu jumlah yang mereka anggap tidak material. Mereka memasukkan lereng licin rasionalisasi. Karena setiap nilai progresif yang diambil berada di bawah payung penerimaan, mereka menjadi nyaman dengan tindakan penipuan yang lebih besar dan lebih sering.
Sebuah diskusi tentang rasionalisasi sering dikutip berikut.

Not a Crime
• Perusahaan ini memiliki begitu banyak uang-mereka tidak akan kehilangan itu.
• Ini tidak benar-benar mencuri-ini adalah jumlah kecil.
• "Ini seperti mengambil keluar sen tabung di 7-Eleven, kecuali kita bahkan tidak mengambil satu sen keseluruhan, hanya bagian dari satu sen." Dari film Perkantoran
• masalah Saya lebih besar daripada risiko tertangkap-ada tempat lain untuk berpaling.
• Setiap orang yang saya tahu memiliki mobil yang lebih bagus dan rumah lebih bagus. Aku pantas hal-hal juga.

Constructive Income
• Mereka berutang uang ini, saya bekerja keras dan tidak mendapat kenaikan gaji.
• Aku hanya memperbaiki apa yang seharusnya terjadi pula.
• Ini bukan penipuan-aku akan meletakkan uang kembali ketika hal berbalik.

Vendetta/Dendam
• Perusahaan pantas untuk kehilangan uang; semua orang membenci bekerja di sana.
• Aku bukan pahlawan kriminal-aku seorang.
• ini tidak dapat tidak sesuai, saya yakin bos saya akan melakukan sesuatu seperti ini.
Unsur rasionalisasi juga menjelaskan mengapa sebuah organisasi tidak harus mempertimbangkan penipuan kecil untuk material. Bahkan dalam suatu penipuan kecil, pelaku telah merasionalisasi tindakan mereka sebagai sesuatu selain kejahatan. Akan lebih mudah bagi mereka untuk memperluas kegiatan mereka jika kesempatan masa depan disajikan sendiri. Bahkan penipuan kecil menunjukkan pola pikir yang tidak sehat bagi kesuksesan organisasi.
Rasionalisasi dikelola paling efektif melalui suatu lingkungan pengendalian yang tepat. Karyawan harus menerima penguatan yang konsisten tentang apa yang dianggap melakukan yang sesuai, baik melalui kebijakan tertulis dan perilaku manajemen yang tepat.
Manajemen harus menyadari semangat organisasi-jika semangat ini suram, jika karyawan benar-benar membenci pekerjaan mereka dan membenci perusahaan, jauh lebih mudah untuk membenarkan tindakan penipuan. Mencegah rasionalisasi sangat terkait dengan kebijakan sumber daya manusia dan prosedur untuk menilai kepuasan karyawan dan membantu mengembangkan budaya yang kuat.

3. Opportunity

Peluang menggambarkan kondisi yang memungkinkan penipuan terjadi. Biasanya ini adalah kelemahan dalam struktur pengendalian internal yang memungkinkan aset yang akan dikonversikan dan bertindak yang tersembunyi. Kelemahan ini biasanya berasal dari aktivitas kontrol dirancang dengan buruk, buruk ditegakkan aktivitas pengendalian, atau kombinasi keduanya.
Penipuan biasanya mulai keluar kecil dan tumbuh dari waktu ke waktu. Seringkali pelaku menguji pengendalian internal sebuah organisasi untuk kelemahan dengan transaksi yang lebih kecil. Jika ditemukan, transaksi bisa dijelaskan sebagai kesalahan. Jika tidak ditemukan, bagaimanapun, pelaku telah menemukan kelemahan kontrol yang menyediakan akses ke dana dan metode penyembunyian yang tampaknya telah berhasil. Kecuali ada perubahan dalam struktur kontrol untuk menghilangkan kelemahan, pelaku dapat terus memanfaatkan kelemahan untuk mendapatkan tambahan tanpa deteksi. Juga, sebagai pelaku penipuan terus menguji struktur pengendalian internal, mereka mungkin menemukan cara-cara tambahan untuk mengambil dana tambahan.
Banyak kegagalan pengendalian internal memberikan pelaku potensial dengan kesempatan untuk melakukan penipuan-pada intinya, untuk menghapus dana dari organisasi dan menyembunyikan tindakan tersebut. Penipuan pelaku sangat kreatif dalam mengidentifikasi cara untuk mengalahkan pengendalian internal dan dalam menemukan cara untuk menyembunyikan tindakan. kelemahan kontrol Kritis ada di mana tugas tidak kompatibel tidak tepat terpisah, misalnya:

• Seorang karyawan yang menangani pembayaran tunai dan dapat menghapuskan piutang memiliki kemampuan untuk mencuri dan menyembunyikan pembayaran pencurian dengan menulis dari jumlah piutang.
• Seorang karyawan yang menangani pembayaran tunai dan dapat menerapkan pembayaran terhadap account pelanggan (tapi tidak harus dihapuskan pembayaran) memiliki kemampuan untuk mencuri pembayaran dan menyembunyikan pencurian untuk waktu yang singkat oleh pengasah pembayaran lain untuk menutupi piutang tersebut.
Kelemahan kontrol internal kritis dapat eksis dalam suatu organisasi tanpa harus dieksploitasi untuk penipuan, kelemahan kontrol hanya sebuah kesempatan untuk melakukannya. Kesempatan mungkin tidak dieksploitasi karena:
• Seorang pelaku penipuan potensi tidak menyadari bahwa itu adalah kesempatan bagi penipuan (kurangnya pengakuan kesempatan).
• Orang yang dengan pengetahuan dari kelemahan kontrol tidak menganggap hal itu tepat untuk mencuri dari organisasi (kurangnya rasionalisasi).
• Orang yang dengan pengetahuan dari kelemahan kontrol tidak memiliki kebutuhan mengemudi dana (kurangnya motif).
Dari ketiga unsur tersebut, penghapusan kesempatan umumnya memberikan rute yang paling dapat ditindaklanjuti untuk pencegahan penipuan. Sementara organisasi masih harus memperhatikan motif dan rasionalisasi, peluang bisa dikurangi melalui pengembangan dan penegakan yang konsisten dari suatu sistem yang tepat pengendalian internal.

THE FRAUD TRIANGLE AND FINANCIAL REPORTING FRAUD

Aset penipuan biasanya menghasilkan pelaku-hadiah langsung langsung menerima kas atau aktiva berharga lainnya dari organisasi. Untuk penipuan pelaporan keuangan, hadiah biasanya tidak langsung-pelaku menerima bonus atau kenaikan gaji untuk kinerja keuangan atau mengukur pencapaian. Untuk mencerminkan sifat tidak langsung hadiah, diskusi penipuan segitiga yang terkait dengan penipuan pelaporan keuangan menggunakan istilah sedikit berbeda, istilah ini digunakan oleh AICPA dalam diskusi nya SAS 99.


1. Incentive or Pressure

Karena hasil manipulasi dalam hadiah langsung, motif untuk salah mengutarakan laporan keuangan disebut sebagai insentif atau tekanan: Karyawan memiliki insentif untuk mendistorsi hasil keuangan yang sebenarnya.
Organisasi harus berhati-hati ketika menentukan program kompensasi mereka untuk tidak menentukan imbalan besar untuk sebuah target atau rintangan, karena hal ini bisa menjadi insentif atau tekanan untuk merusak keuangan.
Bagi perusahaan publik, aturan baru membutuhkan disgorgement dari setiap pendapatan yang diperoleh melalui manipulasi laporan keuangan, pada dasarnya, ini menghilangkan hadiah untuk kegiatan tersebut.

2. Attitude

Pikiran-set orang yang terlibat dalam manipulasi laporan keuangan disebut sebagai sikap. Selain itu, istilah ini menggambarkan sikap individu untuk pelaporan keuangan yang akurat. Manipulasi laporan keuangan dapat dicapai melalui banyak teknik, termasuk penilaian manajemen:
• Beda waktu, pendapatan percepatan, atau pengakuan beban menunda
• Perubahan perkiraan atau cadangan
• disengaja kesalahan penggunaan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP)
• Melakukan transaksi hanya untuk mengelola GAAP Manajemen aplikasi penilaian harus didasarkan pada sikap bahwa laporan keuangan yang akurat adalah kunci bagi keberhasilan organisasi.

3. Opportunity

Kesempatan untuk mengubah laporan keuangan masih disebut sebagai peluang. hasil penipuan Assetrelated dalam penghapusan langsung aset; penipuan pelaporan keuangan dilakukan dengan memanipulasi sistem akuntansi untuk mencapai hasil tertentu. Dalam kasus penipuan laporan keuangan, manajemen tidak perlu menyembunyikan penghilangan aset, hanya perlu mencegah penemuan bahwa keuangan tidak benar. Hal ini dapat dicapai dalam berbagai cara.
• Manajemen memiliki kesempatan untuk langsung atau memaksa karyawan bawahan untuk membuat entri atas laporan keuangan.
• seringkali tidak nyaman menantang penilaian manajemen.
• Manajemen dapat membuat ketidaknyamanan ini lebih jelas dengan sengaja mempekerjakan kurang dari karyawan yang memenuhi syarat.
• Manajemen dapat mengontrol komunikasi isu antar unit operasi.
Banyak fitur dari Sarbanes-Oxley Act didesain untuk mengungkap potensi manipulasi laporan keuangan. Bahkan dengan pengamanan baru, akan tetapi, kontrol yang paling penting tetap perilaku manajemen yang sesuai.

TIGA JENIS KECURANGAN DASAR: DEFINISI

Bab ini mendefinisikan dan membahas tiga jenis Kecurangan: Kecurangan duplikasi pembayaran, Kecurangan beberapa penerima, dan shell fraud.

1. Kecurangan Penggandaan Pembayaran

Seperti namanya, Kecurangan duplikat pembayaran melibatkan isu dari dua atau lebih cek identik untuk membayar utang yang sama. Satu berfungsi untuk membayar kreditur, sementara yang lain adalah pulih dan dicairkan oleh pelaku. Biasanya kecurangan terjadi ketika seorang karyawan dari suatu entitas, dengan maksud kriminal, memulai dokumentasi yang diperlukan untuk menyebabkan pembayaran tambahan yang akan dibuat ke vendor atau kontraktor untuk memenuhi hutang. Karyawan tersebut dapat bertindak sendiri atau kolusi dengan seorang karyawan dari vendor atau kontraktor.

2. Kecurangan Penerima Pembayaran Ganda

Kecurangan beberapa penerima pembayaran ganda serupa untuk menduplikasi pembayaran dengan kecurangan yang paling penting bedanya cek pembayaran tidak identik. Kecurangan ini melibatkan dua atau lebih pembayaran untuk vendor yang berbeda atau kontraktor untuk utang yang sama. Salah satu penerima pembayaran biasanya adalah salah satu yang benar-benar menyampaikan produk atau jasa. Yang lain adalah salah satu konspirator dalam kecurangan.
3. Shell Fraud

Kecurangan Shell melibatkan pembayaran untuk vendor atau kontraktor nyata atau fiktif dalam pembayaran utang untuk proyek-proyek yang diduga fiktif, materi, atau jasa. Semua dokumentasi yang mendasari adalah palsu. Ini mungkin tidak melibatkan konspirasi dengan kontraktor atau pemasok. Semua pembayaran uang dihasilkan dikantongi oleh pelaku.

KECURANGAN PENGGANDAAN PEMBAYARAN

Hampir setiap perusahaan telah memiliki pengalaman sengaja membayar faktur dua kali. Kadang-kadang saat pembayaran tertunda, vendor atau kontraktor mengirimkan faktur kedua, dan dibayar. Catatan: Perusahaan tidak boleh membayar vendor berdasarkan penerimaan pernyataan, mereka hanya membayar pada faktur. Ketika terjadi duplikasi pembayaran, mereka biasanya sangat polos dari semua pihak yang terlibat. Kebanyakan duplikasi pembayaran dikembalikan oleh penerima atau dikreditkan ke account entitas pembayar itu.
Namun, bila Kecurangan yang terlibat, seorang karyawan dari entitas pembayar biasanya memulai prosedur yang diperlukan untuk menyebabkan satu atau lebih cek yang akan dikeluarkan yang identik dengan cek yang sudah diterbitkan dalam pembayaran utang yang sah. Duplikat pembayaran dicegat atau dibeli oleh pelaku. Jika pengendalian internal entitas lemah, pelaku hanya mengambil cek dari surat keluar. Kadang-kadang pelaku akan telepon penerima dan menjelaskan bahwa duplikat cek itu sengaja dikirim dan bahwa dia akan menghargai jika itu akan dikembalikan. Kenyataan bahwa nama penerima pembayaran ditunjukkan pada cek tersebut biasanya tidak ada masalah bagi seorang pelaku. Misalnya, cek wajib pajak membuat keluar ke IRS sebenarnya dicuri dari mail IRS dan diubah untuk membaca IR Stevenson! Karyawan/pelaku dapat melakukan duplikasi pembayaran menggunakan salinan kedua faktur pemasok, yang mudah mendapatkan hanya dengan meminta untuk satu, atau hanya dengan fotokopi atau scan faktur asli. Mesin fotokopi dan scanner dapat digunakan untuk mereproduksi sejumlah salinan faktur dengan sedikit kesulitan. Pesanan pembelian, menerima dokumen, dan sejenisnya disiapkan untuk faktur dapat disalin untuk "dokumen" duplikasi pembayaran. Tanda tangan persetujuan dan inisial semua bisa dipalsukan. Internal kontrol mungkin atau mungkin tidak ada pencegahan.
Kadang-kadang seorang karyawan yang tidak jujur akan bersekongkol dengan seorang karyawan penjual, dalam hal konspirator akan memberikan faktur kedua, menyederhanakan penyusunan cek kedua dalam pembayaran, dan menjamin perolehan duplikat cek pembayaran. Jika perawatan karena diambil di perpetrating kecurangan duplikat pembayaran, pembayaran duplikat jarang terlihat, asalkan perpetrating karyawan tidak serakah atau ceroboh. Kecuali auditor internal atau penyelidik lainnya secara khusus mencari duplikat kecurangan pembayaran, kemungkinan bahwa hal itu akan terdeteksi. Setiap pembayaran adalah duplikat transaksi lengkap dan terpisah, dan masing-masing paket dokumentasi secara lengkap dan asli, tanpa cacat, dan biasanya pengujian audit tidak dirancang untuk mencari duplikasi pembayaran. Jika salah satu dari pembayaran yang dipilih untuk pemeriksaan baik yang asli atau salah satu dari duplikat praktek audit tradisional akan menemukan paket dokumentasi agar sempurna. Jika auditor berusaha untuk memverifikasi produk atau jasa yang terlibat, mereka akan menemukan jumlah ini dapat disampaikan tanpa pengecualian akan diambil. Kecuali mereka sengaja memilih kedua terjadi pada pembayaran untuk pengujian transaksi, sebuah peristiwa yang sangat tidak mungkin, transaksi tidak akan mungkin untuk menarik perhatian auditor tradisional. Selain itu, pengujian audit dilakukan untuk menemukan salah satu kecurangan SD lain yang dibahas dalam bab ini tidak akan menemukan kecurangan duplikat pembayaran.
Namun, jika penyidik telah memilih untuk mencari duplikat Kecurangan pembayaran, itu relatif mudah untuk menemukan. Penyidik mencari jumlah pembayaran dilakukan identik dengan penerima yang sama. scan mereka dalam jumlah pembayaran dapat dilakukan secara manual, untuk usaha kecil, visual menggunakan komputer, atau dengan menggunakan program pencarian otomatis, yang memanfaatkan perangkat lunak data mining untuk menampilkan jumlah pembayaran dilakukan identik dengan penerima pembayaran. Jika dokumen mengandung tanggal identik, item produk, dan karakteristik lain, auditor biasanya dapat menganggap mereka duplikat. Kebanyakan bisnis atau perusahaan yang menemukan duplikasi pembayaran secara otomatis berasumsi kesalahan. Namun, yang dapat berubah ketika pihak penerima pembayaran menegaskan bahwa hanya menerima satu kali pembayaran. Sebuah penerima pembayaran mengakui bahwa menerima dua pembayaran umumnya - tapi tidak selalu - menunjukkan bahwa pembayaran itu tidak curang. Beberapa vendor, mungkin salah satu karyawan mereka atau lebih, telah diketahui bersekongkol dalam jenis kecurangan.
Sebelum atau setelah menghubungi pihak penerima pembayaran, auditor yang mencurigai duplikat pembayaran juga dapat memverifikasi duplikat penerimaan (atau nonreceipt) barang atau jasa oleh konsultan mencatat informasi sistem seperti persediaan, pemeliharaan, atau rumah tangga catatan, dan sejenisnya, yang biasanya digunakan untuk mencatat penerimaan barang atau jasa. Inspeksi fisik dari barang atau jasa yang dibeli berguna jika ada kemungkinan untuk memeriksa kedua pembelian jelas. Jika ditemukan perbedaan apapun, mungkin dianjurkan untuk memperluas prosedur verifikasi. Kadang-kadang akal sehat saja akan mengatakan bahwa auditor tidak mungkin bahwa dua produk yang unik, seperti dua atap, telah diinstal pada jumlah 3 gudang selama periode waktu yang sama.
Sebuah nasihat untuk auditor adalah mungkin. Jika pelaku cerdas dan sadar metode penemuan Anda, mereka akan melakukan penyesuaian untuk menggagalkan pencarian Anda. Jika mereka membuat perubahan sekecil apapun dalam sebuah duplikat jumlah pembayaran sekecil satu sen dalam menerapkan potongan kas, misalnya komputer pencocokan jumlah pembayaran akan gagal. pencarian tidak akan menghasilkan $ 12,397.14 sebagai duplikat dari $ 12,397.13. Untuk komputer, mereka adalah dua nomor yang berbeda.

KECURANGAN PENERIMA PEMBAYARAN GANDA

Beberapa penerima pembayaran Kecurangan melibatkan dua atau lebih pembayaran kepada penerima pembayaran yang berbeda untuk item yang sama atau jasa. Salah satu pembayaran akan kepada kreditur yang sah; pembayaran lain merupakan kecurangan. kecurangan penerima pembayaran ganda relatif mudah dalam hal itu, seperti dalam rangkap kecurangan pembayaran, sebagian besar dokumentasi pendukung yang mendasari transaksi yang sah dapat diaktifkan untuk mendukung transaksi palsu dan akan berfungsi untuk memberikan transaksi palsu penampilan legitimasi. Dokumentasi pendukung untuk pembayaran palsu biasanya memanfaatkan otorisasi pembelian yang sama, pesanan pembelian, dan laporan menerima sebagai digunakan untuk transaksi yang sah. Kebanyakan akan memungkinkan transaksi palsu untuk lulus semua, tetapi yang paling sulit dari pemeriksaan termasuk konfirmasi dengan pihak pejabat yang meminta atau memesan. Para pelaku kecurangan penerima pembayaran ganda dapat bekerja sendirian. Sebuah nama vendor palsu dapat digunakan, dengan alamat kantor pos atau kotak dikontrol oleh pelaku untuk menerima semua pembayaran. Beberapa Kecurangan penerima pembayaran tidak terdeteksi jika karyawan bekerja dengan pelaku karyawan dari vendor yang ada. Dalam kasus, penipu dapat menggunakan faktur yang sah dan alamat-alamat email.
Kecurangan penerima pembayaran ganda tidak sulit untuk menemukan jika mencari tapi lebih sulit untuk mendeteksi dari Kecurangan pembayaran. Jika auditor tradisional secara kebetulan, memilih Kecurangan transaksi yang melibatkan beberapa penerima pembayaran untuk pemeriksaan, transaksi pasti akan lolos tes audit diambil tanpa pengecualian. Salah satu dari file duplikat pembayaran akan memiliki dukungan file yang akan sepenuhnya didokumentasikan auditor. Selain itu, prosedur audit yang dirancang untuk mendeteksi duplikat kecurangan pembayaran tidak akan mendeteksi adanya kecurangan beberapa penerima pembayaran karena tidak ada daftar vendor seorang pun akan memiliki lebih dari satu pembayaran, jadi pemindaian tidak akan mengungkapkan apapun. Jika pembayaran baik dibandingkan dengan produk atau jasa yang sedang dibayar, cenderung diperhatikan. Mungkin cara yang tercepat dan termudah, meskipun bukan paling pasti, untuk auditor mencari beberapa penerima pembayaran adalah:
a. Pilih pembayaran barang atau jasa untuk memverifikasi.
b. Kunjungi situs sehingga proyek, barang, atau jasa dapat diperiksa.

Di situs ini, Anda dapat memeriksa item pertanyaan dalam usaha untuk menentukan apakah kontraktor melakukan atau vendor atau ditandatangani item disampaikan dengan cara apapun. Banyak kontraktor menandai pekerjaan mereka, dan vendor biasanya menandai karton yang disampaikan. Jika Anda dapat menentukan siapa yang menyampaikan item dengan cara ini, dan dapat mencocokkannya dengan penerima pembayaran yang dipilih, tes ini selesai. Tentu saja, Anda mungkin cukup beruntung untuk memilih pembayaran yang telah dilakukan untuk melakukan kontraktor atau vendor yang sebenarnya, dan kehilangan pembayaran palsu.
Namun, jika tampak bahwa kontraktor atau vendor yang lain dari yang namanya muncul di voucher pembayaran item sebenarnya yang disampaikan, Anda mungkin menemukan bukti kecurangan beberapa penerima, di mana dua atau lebih kontraktor dibayar untuk satu layanan, produk, atau proyek. Temuan ini harus dipertimbangkan sebagai indikasi kecurangan, dan Anda harus mengecek. Untuk melakukannya, kita perlu kembali ke penyaluran atau mengontrak file dan berusaha untuk menemukan pembayaran dilakukan langsung ke kontraktor baru atau vendor diidentifikasi dengan nama proyek, barang, atau jasa diperiksa. Jika Anda dapat menemukan pembayaran dilakukan langsung ke kontraktor atau vendor disampaikan item sebenarnya dalam pertanyaan, Anda mungkin telah terbukti setidaknya satu contoh kecurangan beberapa penerima. Jika Anda tidak dapat menemukan vendor memberikan atau tandai kontraktor pada item yang diperiksa, pertanyaan harus dibuat dari orang-orang yang mungkin tahu siapa yang memasok produk atau jasa. Hal ini mungkin investigasi dengan percakapan, tetapi diterima jika menyelesaikan tujuan.
Misalnya, pekerjaan konstruksi, saat anda mengunjungi situs konstruksi, membahas proyek dengan karyawan yang telah mengamati pekerjaan ketika sedang dilakukan. Tentu saja, alur pertanyaan tidak perlu menyampaikan tujuan sesungguhnya. Anda dapat memulai percakapan dengan orang-orang di daerah tersebut, dan berkomentar polos, "Bagus. Apakah Anda tahu siapa yang melakukannya "Jika itu melibatkan pelayanan yang diberikan? Percakapan yang sama biasanya efektif jika orang yang berbicara dengan menyadari siapa kontraktor. Ada sebuah peringatan; kebijaksanaan sangat penting. Anda tidak perlu terus terang untuk membuatnya jelas bahwa kecurangan diduga. Berpikir seperti orang bijak tetapi berkomunikasi dalam bahasa rakyat.
Pertanyaan sering membawa nama kontraktor yang melakukan pekerjaan nyata, dengan ucapan seperti "Yeah, Perusahaan Charlie tahu apa yang mereka lakukan" Tidak juga berteknologi tinggi. Jika pemasok terlibat, Anda dapat mengunjungi tempat penyimpanan dan memeriksa kotak persediaan. Seringkali paket mengandung nama pemasok. Jika sumber nama sesuai dengan nama pada dokumen pembayaran yang diperiksa, Anda dapat mempertimbangkan item tersebut dan pindah ke yang lain. Jika pembayaran telah dilakukan untuk Delta Perusahaan, dan tampaknya Charlie Perusahaan dikirim barang, Anda mungkin harus mengindikasikan kecurangan yang harus diselesaikan. Jika kecurigaan kecurangan beberapa pembayaran cukup kuat, Anda harus memulai mencari penerima pembayaran lainnya, salah satu dari mereka akan menjadi vendor atau kontraktor yang benar-benar dikirim produk. Tergantung pada sistem informasi akuntansi dan digunakan, opsi verifikasi lain mungkin tersedia. Di mana beberapa pembayaran kemungkinan, cenderung menanggung kode akuntansi yang sama. Sebagai contoh, jika item yang dipilih untuk diperiksa dikenakan kode akuntansi 2100 (yang, mari kita asumsikan, adalah kode untuk pemeliharaan eksterior) scan kode akuntansi 2100 item mungkin membatasi transaksi yang harus ditinjau. Misalnya, Anda dapat mengambil dan menampilkan account semua transaksi untuk 2100 90 periode hari sekitar tanggal transaksi yang sedang diperiksa, atau mungkin jumlah transaksi mungkin tidak terlalu berlebihan untuk memindai semua dari mereka visual untuk kesamaan dalam jumlah, atau bahkan nama pemasok atau kontraktor. Tambahan pengujian untuk mendeteksi adanya kecurangan beberapa penerima tergantung pada keandalan sistem yang digunakan oleh korban mungkin. Dalam semua ujian Kecurangan proaktif, Anda harus cukup akrab dengan semua sistem nonaccounting informasi yang tersedia dan mengetahui bagaimana mereka dapat digunakan untuk mengungkapkan informasi bahwa tidak melakukan catatan akuntansi. Sebagai contoh, jika entitas yang diuji mempertahankan log pemeliharaan dilakukan pada bangunan pabrik atau mempertahankan rekor lukisan, yang banyak entitas, tinjauan dari catatan dapat mengungkapkan bahwa bangunan itu terlibat dicat dua kali dalam kurun waktu singkat. Sebuah review dari catatan-catatan dapat menunjukkan tingkat mencurigakan atau frekuensi pekerjaan yang dilakukan, yang dapat menyebabkan review pembayaran yang berlaku. Hal ini juga mungkin bahwa jika kontrak lukisan palsu itu sengaja dipilih, dengan memeriksa silang ke sistem informasi Anda mungkin menemukan bahwa lukisan itu pernah diposting ke rekor lukisan suatu kelalaian yang harus dipertanyakan. Mengapa tidak memindai pembayaran mendaftar untuk pembayaran identik dengan Kecurangan menemukan beberapa penerima? Jika atap gudang baru dipasang sebesar $ 75.000, tidak akan menghasilkan $ 75.000 deteksi jika pembayaran di-scan? Tidak jika pelaku setidaknya cukup pintar. Pertama, ingat bahwa tidak seperti duplikat Kecurangan pembayaran, nama penerima pembayaran akan berbeda, sehingga setiap scanning harus berkaitan dengan jumlah saja. Selanjutnya, tidak ada yang mencegah pelaku Kecurangan beberapa penerima dari variasi jumlah pembayaran. Salah satu pembayaran atap baru mungkin $ 75.000 dan yang lain bisa $ 71.500.

SHELL FRAUD

Shell Fraud mungkin namanya dari permainan karnaval tua tempat seniman sangat jelas objek di bawah salah satu dari tiga setengah kerang, masing-masing yang menyerupai setengah bola tenis. Mereka kemudian akan dengan cepat memindahkan kerang sekitar sedemikian rupa bahwa korban selalu yakin bahwa benda itu berada di bawah salah satu kerang dan selalu yakin tempat itu. Korban kemudian akan bertaruh sejumlah uang yang dia benar. Tentu saja, penipu yang ahli dalam membuat obyek hilang, sehingga tidak berdasarkan salah satu cangkang. Tidak peduli shell korban yang dipilih, akan salah satu. Kecurangan Shell disebut demikian karena, seperti objek di bawah kulit, item yang dibeli dan dibayar untuk itu tidak ada dan tidak pernah ada. Dasar untuk pembayaran Kecurangan shell adalah benar-benar fiktif. Jangan malu dengan kesalahan dan dengan demikian membuat mereka kejahatan.
Dalam melaksanakan shell fraud, pelaku conceives dari pembelian fiktif dan mempersiapkan dokumen dan catatan akuntansi, penempaan tanda tangan apa pun yang diperlukan untuk memperoleh barang atau jasa. Dokumen dapat mencakup permintaan, pesanan pembelian atau kontrak, dan menerima laporan, apa saja yang diperlukan untuk melengkapi file dokumen. Mereka semua palsu dan fiktif. Akhirnya, semua pelaku harus lakukan untuk memperoleh pembayaran adalah mengirimkan faktur palsu sederhana pada waktu yang tepat. Tergantung pada ukuran entitas dan pengendalian internal di tempat, pelaku dapat bekerja sendiri untuk mencapai shell fraud, terutama jika dia berada dalam posisi kunci. Namun, Kecurangan shell yang terbaik dicapai dengan menggunakan vendor yang sebenarnya atau kontraktor yang melayani dalam peran konspirasi. Pemerintah federal telah mengalami banyak kasus Kecurangan shell. Satu kasus yang telah disebutkan sebelumnya pada Bab 4 (Kasus 4.1). Melibatkan toko persediaan kantor pemerintah yang beroperasi di berbagai kota di seluruh negeri, untuk kenyamanan instansi pemerintah. Hal ini berguna untuk memperkuat beberapa fakta dari kasus ini untuk tujuan bab ini. manajer toko Supply diberi kewenangan untuk membeli berbagai item dari sumber-sumber komersial dalam jumlah grosir dan dijual kembali kepada pelanggan pemerintah secara ritel. Sebagaimana dicatat sebelumnya, lembaga pemerintah menerima surat dari pacar ditolak cintanya seorang manajer toko mengatakan praktik Kecurangan itu. Setelah audit dan investigasi awalnya menemukan bahwa, dalam satu toko, pialang grosir berbagai produk bersekongkol dengan manajer toko untuk membeli produk kantor pasokan tanpa niat untuk membebaskan mereka atau toko untuk menjualnya.
Semua yang diperlukan adalah untuk manajer toko untuk menyiapkan pesanan pembelian untuk membeli $ 5.000 senilai pena bola-titik melalui broker. Dua atau tiga minggu kemudian, manajer toko akan menyiapkan laporan penerimaan untuk mengkonfirmasi bahwa pena telah diterima, meskipun mereka tidak. Beberapa waktu kemudian, broker faktur dikirimkan ke kantor pelayanan keuangan pemerintah. Dengan pesanan pembelian, laporan penerimaan, dan faktur vendor di tangan, sistem pembayaran otomatis akan mengirimkan cek $ 5.000 ke alamat faktur. Pada waktu adalah pena dikirim. biaya itu diserap oleh pengisian harga yang lebih tinggi pada barang dagangan lain yang dijual. Karena toko, pada waktu itu, yang beroperasi pada metode persediaan eceran akuntansi, kontrol dari praktek Kecurangan sulit. Karena mustahil untuk menentukan apa yang tingkat individu item persediaan harus dilakukan pada setiap waktu, itu tidak mungkin untuk mengambil menghitung fisik persediaan dan membandingkannya dengan tingkat persediaan buku untuk mendeteksi kekurangan. Selanjutnya, bar coding otomatis item dilaksanakan untuk pengendalian persediaan dan penjualan, membuat Kecurangan jauh lebih sulit untuk memperbuat.
Banyak contoh lain Kecurangan shell juga telah diungkapkan. Bangunan proyek pemeliharaan tampaknya menjadi target pilihan di antara pelaku. Ada pekerjaan cat yang tidak pernah dilakukan, dinding yang tak pernah dibangun untuk membagi kamar besar dan bangunan yang tak pernah dibangun. Namun, semua itu dengan baik didokumentasikan dengan kertas palsu dan masukan komputer palsu, dan semua vendor fiktif dibayar segera. Dalam contoh lain, pengujian sistem kontrol otomatis sebuah instansi pasokan dideteksi apa yang diyakini menjadi kelemahan pengendalian internal yang akan diizinkan Kecurangan shell. Pengujian itu, menggunakan sebuah komputer remote, para peneliti mampu memasukkan order pembelian elektronik ke dalam sistem untuk $ 98.000 dalam kit alat, dengan alat distributor kit imajiner. Setelah menunda selama sekitar tiga minggu untuk memberikan waktu imajiner untuk distributor, Äúdeliver, AU kit alat, para peneliti menggunakan komputer yang sama untuk, Äúadvise, AU sistem pengendalian persediaan bahwa tool kit telah diterima di gudang. Para peneliti kemudian mengirimkan faktur customprinted ke lembaga penagihan mereka $ 98.000, sehingga dapat diskon 2 persen untuk pembayaran prompt. Dalam waktu dua minggu para peneliti telah cek di tangan mereka sekitar $ 96.000. Potongan kas telah membantu kecepatan pembayaran. Cara terbaik untuk memperoleh keyakinan bahwa Kecurangan shell belum terjadi adalah untuk menentukan bahwa proyek, perlengkapan, atau jasa telah diserahkan sebagai diklaim, pada atau sekitar waktu mengklaim, jika keadaan memungkinkan. Ini hanya melibatkan transaksi pembayaran memilih, memilih item satu atau lebih baris dari itu, dan di mana pun akan perlu untuk memverifikasi bahwa barang itu telah, pada kenyataannya, telah disampaikan. Meninjau catatan pemeliharaan tidak akan bekerja.
Untuk menggambarkan bahwa Kecurangan shell dapat dolar yang signifikan, dalam kasus lain pelaku sepenuhnya diserahkan pesanan pembelian fiktif, menerima laporan, dan tagihan untuk membangun jasa kebersihan yang tak pernah dilakukan. Pelayanan adalah untuk hal-hal seperti cuci karpet, cuci dinding, dan membersihkan tirai, dan rata-rata setiap faktur sekitar $ 10.000. Kecurangan total agregat berkomitmen dengan cara ini selama beberapa tahun adalah lebih dari $ 900.000. Untungnya, Kecurangan itu ditemukan secara tidak sengaja. Jika penemuan kebetulan tidak terjadi, Kecurangan tidak mungkin telah diungkapkan melalui audit kecuali auditor internal memiliki keberuntungan yang luar biasa untuk memilih salah satu dari pelaku, faktur untuk layanan fiksi Äôs segera setelah layanan telah diserahkan dan menemukan bahwa karpet atau tirai belum dibersihkan.
Sulit untuk memverifikasi nondelivery dalam jenis Kecurangan shell sekali terlalu banyak waktu telah berlalu. Juga, di mana komoditas konsumsi telah dibeli atau layanan yang terlibat, tidak mungkin untuk melihat, menyentuh, atau merasa itu untuk mengkonfirmasi pengiriman. Dalam banyak kasus, tidak cukup mungkin untuk memeriksa pekerjaan yang diduga dilakukan.
Pertimbangkan kesulitan dalam memverifikasi bahwa saluran layanan khusus listrik telah diinstal sekali meliputi dinding telah diinstal di atasnya. Pertanyaannya selalu adalah cara memverifikasi bahwa layanan itu disampaikan. Semakin cerdik peneliti, semakin sukses dia akan menemukan kecurangan. Tidak ada cara mudah untuk menentukan apakah berbagai produk, proyek, layanan, atau pasokan yang telah dikirimkan saat mereka tidak dapat dengan mudah diidentifikasi dan diperiksa. Dan, tentu saja, pelaku pintar dapat diharapkan untuk menargetkan semacam ini kesempatan untuk melakukan Kecurangan karena verifikasi adalah sedikit lebih sulit. Bila pemeriksaan tidak mungkin, peneliti Kecurangan harus berusaha untuk memverifikasi bahwa barang disampaikan dengan menghubungi pemasok atau kontraktor. Ini, tentu saja, mengasumsikan bahwa pemasok atau kontraktor tidak dalam konspirasi kriminal dengan pelaku internal. Tapi kau harus - pada awalnya, setidaknya - kepercayaan bahwa tidak ada konspirasi dan berbicara kepada pihak lain. Jika orang yang mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan seperti itu dilakukan, Anda beruntung. Dalam banyak kasus tidak akan ada konspirasi, dan pemasok atau kontraktor akan cepat menyangkal apa yang disampaikan. Ketika menghubungi pemasok atau kontraktor, Anda tidak perlu meningkatkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak layak dicurigai. Sebaliknya, Anda dapat mengajukan pertanyaan berbelit yang memverifikasi proyek disampaikan, seperti: "Kami mengkaji hubungan Perusahaan X dengan pemasoknya. Apakah Anda dibayar secara tepat waktu untuk proyek X?
Juga, register internal catatan-menerima, dokumen penerimaan, atau bahkan personil catatan, yang akan bervariasi dari entitas ke entitas, dapat menawarkan jalan untuk verifikasi. Anda harus menjadi berkenalan dengan mereka. Misalnya, jika Henry Jones ditandatangani diterimanya pengiriman proyek besar, bertanya: "Apakah Henry Jones pada hari tugas tanda terima ditandatangani" Kamu harus imajinatif dan kreatif?. Sekali, ketika saya dihadapkan dengan pelaku jelas yang menyangkal keras bahwa dia ada hubungannya dengan Kecurangan internal, saya menganalisis senilai 6 tahun atas catatan personil, hanya untuk menemukan bahwa dugaan pelaku satu-satunya orang yang pernah bekerja terus-menerus sepanjang masa untuk permohonan-perusahaan bersalah pun terjadi tak lama kemudian.