Thursday, January 20, 2011

ANALISIS RASIO

Analisa rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbngan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.

RASIO PENGUKUR LIKUIDITAS

1. Current Ratio


Current Ratio = Aktiva Lancar
                         Hutang Lancar

Ratio ini menunjukan tingkat keamanan (margin of safety) atas kreditur jangka pendek; atau menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang.

2. Acid Test Ratio

Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan
                       Hutang Lancar

Ratio ini dapat menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang-hutangnya tanpa memperhitungkan persediaan. Karena persediaan dianggap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang.

3. Turn Over Receivable

Perputaran Piutang =
Total Penjualan Kredit

Piutang Rata-rata

Semakin tinggi ratio turn over menunjukan modal kerja yang tertanam dalam piutang rendah, sehingga keuntungan bagi perusahaan. Sedangkan untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih (days of receivable )

Days of Receivable =    Piutang Rata-rata x 360               atau                         360         
                                           Penjualan Kredit                                       Perputaran Piutang

4. Perputaran Persediaan

Dapat menunjukan berapa kali terjadinya penggantian persediaan dalam satu tahun serta tersimpannya persediaan tersebut di dalam gudang.Pada perusahaan manufaktur terdapat tiga macam persediaan, yaitu:

RAW MATERIAL TURNOVER ( Barang mentah ) =
Cost of raw material used
 Average raw material inventory

GOODS IN PROCESS TURNOVER (Barang dalam proses) =    
Cost of good manufacturred
Average work in process inventory

 
FINISHED GOODS TURNOVER  (Barang jadi )
            Cost of goods sold             
Average finished goods inventory

RASIO PENGUKURAN SOLVABILITAS

 1. Rasio Modal dengan Total Asset

 Menunjukan beberapa besarnya modal sendiri yang tertanam dalam aktiva serta margin of  protection atau tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur.

Rumus:      Modal Sendiri 
                 Total Asset

2. Rasio Modal dengan Aktiva Tetap

Menunjukan seberapa besar aktiva tetap tersebut dibiayai dari modal sendiri. Semakin besar modal sendiri (Owner’s equity ) lebih menguntungkan bagi perusahaan, karena sudah sewajarnya kalau aktiva tetap dibiayai dari modal sendiri.

Rumus:    Modal Sendiri 
               Aktiva Tetap

3. Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang

Merupakan ratio untuk mengetahui tentang tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur jangka panjang atau untuk mengukur seberapa besar hutang jangka panjang tersebut dijamin dengan aktiva tetap yang dimilki perusahaan.

Rumus:              Aktiva Tetap      
                Hutang Jangka Panjang

 RATIO PENGUKUR RETABILITAS
 1. Ratio Operating Income dengan Operating Assets

 Operting income              atau                    Laba usaha        
Operating Asset                                          Aktiva usaha

Apabila ratio ini rendah menunjukan adanya beberapa kemungkinan:
  • Adanya over investment dalam aktiva yang digunakan dalam rangka memperoleh penjualan
  • Mencerminkan rendahnya volume penjualan jika dibandingkan dengan biaya yang diperlukan
  • Adanya inefisiensi pada perusahaan
  • Adanya kegiatan perusahaan yang menurun.

2. Gross  Margin Ratio 

Rumus:     Laba kotor
                Penjualan

3. Operating  Margin Ratio 


Rumus:     Laba usaha
                Penjualan

4. Rasio Rentabilitas Modal Sendiri


Rumus:     Earning after tax
                Modal sendiri
 

No comments: